Prospek Pengembangan Usaha dan Strategi Pemasaran Bank Mandiri

Prospek Pengembangan Usaha dan Strategi Pemasaran

Prospek Pengembangan Usaha dan Strategi Pemasaran Bank Mandiri

Prospek Pengembangan Usaha dan Strategi Pemasaran Bank Mandiri

Prospek Pengembangan Usaha

Tahun 2013 merupakan tahun penuh tantangan bagi perekonomian dan industry perbankan. Kebijakan berisiko yang diambil Amerika Serikat seperti tappering dan government shutdown memberi tekanan yang cukup besar kepada emerging market country, termasuk Indonesia. Hal tersebut mendorong peningkatan volatilitas di pasar uang dan pasar modal di emerging country yang tercermin dari pelemahan nilai tukar serta pengetatan likuiditas. Tekanan internal yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia muncul seiring dengan pengurangan subsidi BBM, kenaikan TDL listrik serta kenaikan Upah Minimum Regional yang mendorong peningkatan laju inflasi kearah 2 digit.

Ditengah perlambatan ekonomi dan tekanan pengembangan bisnis khususnya di segment retail, Mandiri Group tetap mampu berjuang dan berhasil menuntaskan tahun 2013 dengan pencapaian kinerja keuangan yang sangat baik. Mandiri Group tetap menunjukkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan menjaga konsistensi pada tiga fokus bisnis, yaitu Wholesale Transaction, Retail Payment & Deposits dan Retail Financing. Pengembangan bisnis tetap dilakukan dengan fokus pada aspek peningkatan kualitas aktiva produktif dan prinsip kehati-hatian dengan penajaman bisnis berbasis transaksi untuk memperkuat likuiditas dana. Kami tetap komit menyelesaikan inisiatif-inisiatif strategis di tahun 2013 dalam rangka meningkatkan kinerja secara berkelanjutan Pencapaian ini menjadi sangat penting karena akan menjadi fondasi yang kuat bagi Mandiri Group untuk memasuki tahun 2014 sebagai tahun akhir Transformasi Tahap II.

Sepanjang tahun 2013, Mandiri Group juga telah melakukan beberapa langkah penting untuk memperkokoh landasan pertumbuhan yang sustain dengan memperhatikan penggunaan modal secara efisien dan efektif. Manajemen secara berkelanjutan telah melakukan penyempurnaan penerapan prudent banking, GCG serta internal control yang efektif. Standar pengelolaan risk management, good corporate governance, audit dan internal control serta compliance yang telah berlaku di Bank Mandiri juga telah diimplementasikan secara bertahap di seluruh entitas anak. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif atas seluruh aktivitas di Mandiri Group dalam rangka mewujudkan visi menjadi Lembaga Keuangan Paling Dikagumi dan Progresif Di Indonesia di tahun 2014.

Tahun 2014 merupakan tahun krusial secara ekonomi dan politik dengan berbagai tantangan eksternal dan internal yang harus dihadapi. Volatilitas pasar uang dan pasar modal diperkirakan masih cukup tinggi akibat sentimen negatif pelaku pasar terhadap tappering AS dan trend pergeseran landscape ekonomi global dari negara berkembang. Likuiditas perbankan juga akan semakin ketat seiring dengan tingginya LDR serta melambatnya pertumbuhan dana akibat shifting penempatan dana ke Surat Hutang Negara. Kualitas kredit perbankan nasional juga berpotensi menurun khususnya yang berbasis impor dan korporasi.

Dengan perkembangan global tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2014 akan tumbuh pada kisaran 5,8% - 6,2%. BI akan tetap konsisten berupaya mengarahkan inflasi ke sasaran 4,5%}1% pada tahun 2014 dan 4%}1% pada tahun 2015, serta mengendalikan defisit transaksi berjalan menurun ke tingkat yang lebih sehat. Defisit transaksi berjalan pada 2014 akan mencapai USD25 Miliar hingga USD26 Miliar atau 2,9% dari produk domestik bruto. Kondisi tersebut lebih baik dibanding akhir 2013 yang diperkirakan mencapai 31 Miliar dolar AS atau 3,6 persen dari PDB. (Sumber: Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Januari 2014)

Tantangan eksternal bagi perkembangan bisnis industri perbankan juga timbul dari ranah politik, mengingat tahun 2014 akan berlangsung pemilihan umum legislatif dan pemilihan Presiden. Selain itu tahun depan perbankan nasional juga dituntut mempersiapkan pondasi yang kuat menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi Asean di tahun 2015. Sementara itu dari aspek internal, Mandiri Group juga menghadapi tantangan menuntaskan transformasi lanjutan sesuai dengan Rencana Kerja Jangka Panjang (Corporate Plan) 2010 – 2014. Hasil dari pencapaian tahun 2014 menjadi fondasi bagi pengembangan bisnis dan transformasi kedepannya.

Untuk mendukung pengembangan usaha di tahun 2014, secara spesifik fokus pengembangan bisnis akan kami arahkan terhadap pengelolaan likuiditas secara cermat dan hati-hati, disiplin dalam pengendalian kualitas asset, serta disiplin dalam mengelola margin dalam rangka mencapai target perolehan laba dan pengembangan bisnis yang sustain. Selain itu ditengah peningkatan kompleksitas dan intensitas persaingan, kami juga akan memperkuat serta meningkatkan produktivitas infrastruktur pendukung baik SDM, teknologi, maupun risk management di Mandiri Group. Pengembangan dan peningkatan kapasitas yang disiplin dilakukan secara berkelanjutan, menjadi fondasi yang kuat bagi Mandiri Group untuk dapat meningkatkan daya saing Mandiri Group di tataran regional menjadi The Best Bank in ASEAN tahun 2020.

Aspek Pemasaran

Pangsa Pasar Prospek Pengembangan Usaha dan Strategi Pemasaran Bank Mandiri

Pangsa Pasar Prospek Pengembangan Usaha dan Strategi Pemasaran Bank Mandiri

 

Strategi Pemasaran

Terkait dengan strategi promosi dan pemasaran, Bank Mandiri menggunakan “360° Marketing Strategy” sebagai pedoman strategi pemasaran yang memberikan beragam contact point bagi nasabah baik melalui media konvensional maupun media digital serta melakukan pengukuran kepada setiap program pemasaran yang dijalankan.

Pada tahun 2013, kami melanjutkan inisiatif pemasaran yang telah kami lakukan pada tahun 2012. Namun pada tahun ini kami meningkatkan alokasi anggaran untuk media pemasaran dari TV/media cetak ke below the line dan digital marketing dengan fokus penggunaan media online termasuk Paid On-line Media, Social Media, dan Microsite. Inisiatif tersebut terbukti efektif mendorong meningkatan aktivasi produk/program serta menekan biaya promosi.

Dari aspek pemasaran, aliansi antar Unit Bisnis, task force serta perusahaan-perusahaan anak Bank Mandiri, antara lain melalui utilisasi media, menjadi hal penting mengingatkan aliansi tersebut dapat mengakselerasi pencapaian bisnis di semua segmen. Selain itu, kegiatan yang juga dioptimalkan adalah promosi melalui aliansi, serta pengembangan produk dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Ke depan, komunikasi dan aliansi pemasaran dengan entitas-entitas anak perlu lebih ditingkatkan sehingga menghasilkan produktifitas atau efektifitas budget anggaran yang lebih baik untuk masing-masing entitas anak dalam upaya meningkatkan penetrasi masing-masing entitas anak.

Aspek pemasaran kami lakukan melalui strategi value chain yang saat ini terbukti efektif dalam meningkatkan penghimpunan dana secara sustainable sehingga perlu lebih dikembangkan. Saat ini akuisisi nasabah melalui strategi value chain untuk nasabah SPBU, Telco, Semen, Rokok, maupun Tekstil telah berjalan dengan sangat baik, dan fokus kedepannya perlu diarahkan untuk meningkatkan average balance agar terjadi peningkatan yang signifikan. Penghimpunan dana masyarakat juga perlu lebih ditingkatkan lagi, khususnya dana murah. Untuk itu perlu upaya maksimal untuk meningkatkan penghimpunan dana khususnya Giro dan Tabungan Bisnis, melalui peningkatan volume transaksi nasabah dan pengembangan program pemasaran dana yang efektif. Inisiatif implementasi program Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang telah dikembangkan akan dilaksanakan dengan sebaikbaiknya oleh seluruh Bisnis Unit karena secara langsung dapat meningkatkan dana murah valas dari transaksi ekspor, serta mendorong penyaluran hasil ekspor kembali ke Indonesia.

Dari segmen Corporate dan Commercial, pendalaman pemasaran dilakukan melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi nasabah dengan lebih fokus dan mendalam dengan mempertimbangkan potensi dana dari BUMN dan Instansi Pemerintah yang masih sangat dominan setiap tahunnya, dimana Bank Mandiri memiliki market share yang cukup besar. Besarnya potensi aliran dana anggaran pemerintah di berbagai daerah juga mencerminkan tingginya potensi di segmen government ini. Selanjutnya, target diarahkan untuk menambah jumlah nasabah diluar

BUMN khususnya yang tidak terkait dengan APBN. Intensifikasi dana murah juga dilakukan melalui peningkatan jumlah transaksi nasabah-nasabah existing sehingga akan mengurangi ketergantungan pada dana-dana nasabah BUMN yang volatilitasnya cukup tinggi.

Fokus pertumbuhan bisnis juga akan diarahkan pada peningkatan pembukaan rekening nasabah baru khususnya nasabah pebisnis korporasi yang memiliki transaksi aktif dan pengendapan dananya terus tumbuh secara sustain. Bank Mandiri selalu mendorong setiap nasabah debiturnya untuk menggunakan rekening giro sebagai operatingaccount.

Untuk consumer card, fokus ke depan akan semakin diperluas, tidak hanya pada nasabah tipe revolving saja namun akan diarahkan juga untuk membidik fokus mengejar nasabah tipe transactor, melalui program-program yang baru dan berbeda tentunya. Inisiatif consumer card tersebut juga didukung oleh pengembangan programprogram pemasaran yang inovatif, peningkatan kualitas layanan, akuisisi new customer, perluasan area ekspansi secondary city, akuisisi new customer, peningkatan active account, stabilisasi approval rate, serta pemilihan program dan merchant yang dapat meningkatkan transaksi dan revolver rate. Sementara, itu untuk meningkatkan volume penjualan produk Consumer Loan, inisiatif peningkatan incoming application bulanan perlu dilakukan secara berkesinambungan, disertai juga dengan penambahan jumlah PKS Developer, disbursement dan stabilisasi approval rate

Dari segmen retail business, fokus akan lebih diarahkan pada peningkatan pertumbuhan tabungan dan giro melalui strategi intensifikasi dana nasabah existing. Fokus pertumbuhan bisnis juga harus diarahkan kepada upaya pemasaran dalam peningkatan pembukaan rekening nasabah baru khususnya nasabah pebisnis yang memiliki transaksi aktif dan pengendapan dananya terus tumbuh secara sustain.

Aspek pemasaran lain yang sama pentingnya adalah mendorong setiap Unit Bisnis untuk melakukan customer targeting dengan lebih baik, mengetahui kondisi nasabah dengan baik serta memahami kondisi persaingan di masing-masing daerah, sehingga strategi pemasaran yang akan dilakukan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Kemampuan tersebut sangat strategis dalam meningkatkan kepekaan organisasi bisnis terhadap pasar, sehingga dapat menghindarkan diri dari marginalisasi akibat ketidakmampuan dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat dan menjawab tuntutan persaingan yang terus berubah.

Pangsa Pasar

Pada tahun 2013, asset Mandiri meningkat menjadi Rp733 Triliun, hal ini didukung oleh pertumbuhan aset kami yang mencapai 15,20%. Meskipun pangsa aset tetap dominan, namun terdapat persaingan yang cukup signifikan terutama dengan banyaknya Bank-Bank asing yang ikut serta di dunia perbankan nasional.

Pangsa pasar kredit tercatat sebesar 12,26% yang didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 21,4%. Meskipun mengalami peningkatan namun pangsa pasar tersebut mengalami perlambatan di tengah gejolak perekonomian global yang kurang kondusif. Hal tersebut juga sedikit banyak memberikan pengaruh untuk pangsa pasar dana yang meningkat 22bps menjadi sebesar 13,99%.

Untuk meningkatkan pangsa pasar, Kami aktif memasarkan produk kepada mitra BUMN dan nasabah korporasi kami, melakukan cross selling produk serta memanfaatkan trickle down business dari nasabah korporasi dan BUMN. Hal tersebut dilakukan melalui penyelenggaran acara yang menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan para mitra.

Strategi cross selling dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terpadu bagi nasabah baru maupun nasabah existing. Untuk itu, kami senantiasa melakukan koordinasi intensif antar unit kerja sehingga nasabah baru semakin meningkat di tahun 2013. Trickle down business yang berasal dari nasabah segmen bisnis BUMN dan korporasi juga meningkatkan performa segmen lain seperti segmen bisnis ritel dan menengah. Strategi penjualan juga semakin diintensifkan dengan memanfaatkan database nasabah, pihak ketiga (dealer/developer), walk in customer maupun implant program seperti Home Ownership Program (HOP) dan Car Ownership Program (COP) dengan mitra-mitra kami.

Sumber http://www.bankmandiri.co.id laporan keuangan mengenai prospek pengembangan usaha.