Pola Dasar Manajemen Bank | Manajemen Perbankan

No comment 1002 views

Peranan Bank Dalam Pembangunan

  1. Bank dan Pembangunan Ekonomi

Bank disebut sebagai agent of development alat pemerintah dalam membangun perekonomian bangsa melalui pembiayaan semua jenis usaha pembangunan.

2. Bank dan Kebijaksanaan Moneter

“Bank adalah suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa – jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang” .

Kebijaksanaan moneter dimaksudkan untuk mendorong pembentukan tabungan masyarakat, kemudian menyalurkan kembali tabungan tersebut melalui lembaga keuangan dalam bentuk penyediaan uang dan kredit atau sering diistilahkan alokasi tabungan ke dalam investasi .

  1. Bank dan Penciptaan Uang

                                                      pola dasar manajemen bank dalam penciptaan uang

pola dasar manajemen bank dalam penciptaan uang

 Uang yang beredar di masyarakat tidak hanya uang kartal (uang kertas dan logam), tetapi juga uang giral seperti cek dan bilyet giro. Tiga cara bank menciptakan uang giral, yaitu dengan cara substitusi, exchange of claim dan transformasi.

  • Substitusi artinya pengganti. Dalam kaitan dengan uang,adalah penggantian uang kartal dengan uang giral oleh bank.
  • Exchange of claim yaitu bank memberikan kredit kepada nasabahnya, tetapi bank tidak memberikan uang tunai kepada nasabahnya melainkan dengan membuka suatu rekening, baik rekening giro maupun rekening khusus pinjaman dengan mencantumkan saldo kredit, dan untuk itu kepada nasabah diberikan buku cek untuk bisa digunakan kapan dia mau untuk menguangkan kredit tersebut. Jadi kredit diberikan dalam uang giral tidak dalam bentuk uang kartal.
  • Transformasi adalah dengan menuangkan uatng pihak ketiga baik swasta maupun pemerintah. Misalnya nasabah menjual surat – surat berharganya kepada bank. Bank membeli surat berharga tersebut dan tidak membayar dalam uang tunai melainkan dengan menambahkan saldo kepada rekening nasabah sehingga rekening nasabah bertambah sebesar harga yang disepakati atas surat berharga tersebut.

4. Bank dan ekonomi masyarakat

Ekonomi masyarakat akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan bank dalam melayani kebutuhan masyarakat. Bank dituntut untuk maju ke depan sebagai pemberi informasi yang cepat dan akurat sekaligus sebagai penyandang dana keuangan bagi berbagai transaksi bisnis baik berskala lokal, nasional dan internasional. Ada dua macam masyarakat yang berhubungan dengan bank, yaitu para nasabah dan masyarakat umum. Para nasabah adalah masyarakat yang mempunyai kepentingan langsung dengan bank. Mereka adalah :

  • Para penyimpan uang baik dalam bentuk giro, deposito atau tabungan
  • Para penerima kredit bank (debitur)
  • Penerima transfer uang
  • Pengirim transfer uang
  • Para pedagang perantara pasar modal

POLA DASAR MANAJEMEN BANK

 

1. Perumusan kebijaksanaan

a. Kebijaksanaan yang dirumuskan sesudah perkembangan – perkembangan
matang terhadap konsekuensi dari semua pilihan   yang tersedia
b.   Kebijaksanaan yang timbul dari tindakan tunggal atau berulang – ulang.
Bidang   kegiatan bank   yang perlu   dirumuskan dalam   wujud kebijaksanaan   dasar, umumnya meliputi bidang penting bagi aktivitas bank, yaitu :

1) Tipe nasabah yang dilayani
2) Jenis pelayanan pada nasabah
3) Daerah atau wilayah pelayanan
4) Metode meraih bisnis
5) Distribusi aktiva produktif
6) Preferensi likuiditas
7) Persaingan
8) Pengembangan dan latihan staf
9) Kantor atau ruang bank

 

  1. Perencanaan dan pengembangan organisasi

  • Pengelompokan fungsi – fungsi

Prosedur pertama perencanaan organisasi adalah penngelompokan   yang logis dari kegiatan – kegiatan bank. Dengan proses demikian,   pengetahuan dan keterampilan maksimum dapat dimasukan pada masing – masing usaha.

  • Pelimpahan tanggung jawab

Orang yang paling bertanggung jawab atas keberhasilan seluruh usaha bank adalah direktur utama. Pelimpahan tanggung jawab merupakan salahsatu cara atasan meningkatkan efektivitasnya dalam mencapai tujuan bank. Sukses atau gagalnya seorang atasan tidaklah diukur dengan prestasinya sendiri, tetapi dengan total usaha bagiannya. Tercapainya kesuksesan hampir selalu merupakan usaha berkelompok dalam suatu bagian.

  • Garis wewenang

Prinsip dasar adalah diberikannya wewenang yang cukup untuk memungkinkan pelaksanaan tanggung jawab yang ditugaskan. Garis wewenang haruslah jelas dan haruslah bergerak dari atas ke bawah. Pelimpahan wewenang tersebut hendaklah sebaiknya secara tertulis dan sebuah kopinya diberikan kepada masing – masing orang yang bersangkutan.

  • Lingkup pengawasan

Efektivitas dari lingkup atau jangkauan pengawasan harus memperhatikan beberapa faktor. Dalam bagian perkreditan tertentu seperti bagian kredit komersial , tugas – tugasnya kompleks sehingga meminta banyak interaksi antara para poejabat kredit. Sedangkan dalam kredit cicilan, tugasnya tidak sekompleks seperti pada bagian kredit komersial.

  • Hubungan staff dan garis

Fungsi garis adalah langsung menyangkut pencapaian tujuan bank, seperti pengolahan rekening deposito dan kredit. Pejabat kredit adalah pejabat garis. Dengan menangani permohonan kredit, ia melaksanakan tugas yang langsung bagi pencapaian tujuan bank. Sebaliknya pejabat personalia adalah pejabat staff. Ia membantu pejabat garis melaksanakan tugas mereka secara lebih efektif dengan memberikan nasehat, bimbingan dan bantuan, tetapi tidak mempunyai wewenang terhadap mereka.

  • Fleksibilitas struktur organisasi

Fleksibilitas bank yaitu kemampuan untuk mengembangkan dan menciut menurut volume bisnis atau keadaan lainnya. Untuk itu, struktur organisasi harus dibuat berdasarkan fungsi dan tugas bukan berdasarkan orang.

  • Spesifikasi dan prosedur

Spesifikasi menggambarkan hal yang ideal, bukan yang faktual, dan yang dipakai sebagai dasar dan tujuan menyeleksi pegawai. Sebaiknya pula perusahaan memutuskan dan menuliskan prosedur organisasi yang menyangkut lebih dari satu bank. Uraian tertulis hendaklah menunjukan prosedur langkah demi langkah yang harus diambil dan siapa yang bertanggung jawab untuk masing – masing langkah tersebut.

3.  Staffing dan manajerial skill

a. Proyeksi kebutuhan tenaga kerja
Keberhasilan sebuah bank langsung tergantung kepada mutu dari karyawannya.   Dalam memproyeksi   kebutuhan   tenaga kerja, langkah pertama adalah   mengelompokan posisi – posisi ke dalam klasifikasi yang sedikit mungkin.   Kemudian dibuatlah proyeksi perkiraan jumlah     lowongan pada masing –   masing kelompok.

b. Inventarisasi tenaga kerja yang ada sekarang

Jumlah staff yang ada sekarang dikelompokan menurut kapasitas mereka memenuhi persyaratan satu atau lebih kelompok yang terdapat dalam proyeksi tenaga kerja. Kemudian dibuatlah ramalan tentang kapasitas mereka pada waktu tertentu di masa depan

c. Program latihan dan pengembangan
Istilah latihan menunjukan peningkatan keterampilan kerja, sedangkan istilah pengembangan umumnya digunakan untuk  membantu seseorang menanamkan ciri – ciri kepribadian tertentu.

d. Penempatan jabatan
Ada  4 faktor yang perlu diperhatikan dalam penempatan pejabat yaitu :
1. Kebutuhan – kebutuhan yang segera
2. Kebutuhan – kebutuhan di masa depan
3. Program latihan dan pengembangan
4. Keadilan

e. Adminstrasi gaji
Program administrasi gaji haruslah benar – benar terpadu dan konsisten. Pada dasarnya bank memberikan imbalan kepada para pegawai dengan cara yang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan sumbangan mereka kepada perusahaan, mempertahankan pegawai yang bemutu dan mencapai moral yang tinggi. Salah satu cara yang sederhana untuk melangkahkan ke arah yang tepat adalah meninjau kembali skedul gaji itu secara berkala.

4. Pengawasan internal

a. Penetapan tujuan

Istilah tujuan dapat secara luas ditafsirkan meliputi rencana jangka panjang bank, sasaran operasional jangka pendek, dan bahkan tujuan departemental atau tujuan individual sehari – hari. Jadi, secara harfiah tujuannya adalah menyeimbangkan tujuan jangka pendek dengan tujuan jangka panjang.

b. Pentingnya pengawasan

Kelancaran operasional bank adalah kepentingan paling utama dari direksi. Melalui pengawasan, para manajer dapat menentukan tercapai tidaknya harapan mereka. Di samping itu, pengawasan ini dapat membantu manajer mengambil keputusan yang lebih baik.

c. Standard pengawasan

Pada dasarnya standar pengawasan itu ada 2 macam, yaitu :

1. Suatu ukuran tertentu didasarkan pada data dari periode sebelumnya.

2. Standar yang didasarkan atas tujuan – tujuan yang telah ditetapkan.

d. Anggaran pengawasan

Pada dasarnya anggaran meliputi 3 ide, yaitu :

1. Dokumen anggaran memuat perkiraan hasil operasi bank.
2. Semua data anggaran itu hendaklah secara internal sesuai dan terintegrasi dengan baik
3. Hasil - hasil sesungguhnya dapat dibandingkan dengan taksiran anggaran.

e. Akuntansi tanggungjawab

Pemakaian akunting pertanggung jawaban ini berarti perlunya menetapkan harga – harga transfer untuk output dan jasa – jasa yang yang diberikan oleh satu unit organisasi ke unit organisasi lainnya. Alat yang dipakai adalah harga transfer dana yang membebankan suatu tarif biaya pada kantor cabang pemakaian dana dan membayarkannya kepada kantor cabang pensuplai dana.

f. Perencanaan laba

Sekarang ini banyak perusahaan yang memakai suatu bentuk pengawasan baru yang menggabungkan pengawasan yang efektif dengan bantuan yang sangat berharga dalam memaksimumkan kesempatan – kesempatan laba. Bentuk pengawasan inilah yang disebut sebagai profit planning (perencanaan laba) terdiri dari penetapan tujuan – tujuan yang berimbang dan disesuaikan dengan baik untuk setiap item neraca dan daftar rugi/laba.

g. Sistem informasi manajemen

Suatu perkembangan mutakhir dalam perbankan adalah desain dan pemasangan sistem informasi manajemen yang ciri – cirinya banyak bergantung pada pemakaian komputer dan peralatan pengolahan data lainnya. Kemajuan peralatan ini telah menciptakan kesempatan untuk meningkatkan peranan fungsi akunting bank.

h. Program internal audit

Unsur dasar dari audit interna meliputi verifikasi aktiva dan pasiva, menentukan keseksamaan ayat – ayat penghasilan dan ongkos, memastikan kebenaran pemakaian prosedur bank yang telah ditetapkan (terutama dalam pengurusan uang), dan menyarankan perbaikan cara – cara operating. Audit internal ini selalu lebih ketat daripada pemeriksaan buku – buku bank oleh para pemeriksa bank (bank examiners)

5. Sistem manajemen bank

a. Unit banking sistem

Ciri – ciri utama dari bank yang menganut Unit Banking dalam sistem manajemennya adalah :

  • Organisasinya kecil
  • Ruang lingkup operasionalnya terbatas
  • Hanya sedikit sekali adanya delegation of authority
  • Keputusan kredit dapat lebih cepat karena prosedurnya tidak berbelit dan langsung ditangani direksi
  • Karena sistemnya kesatuan maka kekuasaan bisa terhimpun satu tangan.

b. Branch banking sistem

Kelebihan – kelebihan sistem branch banking

  • Organisasi besar dengan jaringan operasional luas
  • Kantor Pusat memikirkan perencanaan pengembangan bank dalam perspektif jangka panjang, sedangkan cabang – cabang dan kantor wilayah bisa memikirkan rencana – rencana jangka pendek.
  • Penerapan sistem organisasi lini dan staff dengan wawasan yang luas dapat lebih berkembang
  • Ada delegation of authority yang lebih jelas dan mantap, terutama dalam wewenang pemberian kredit berdasarkan status
  • Bidang usaha yyang di biayai bank dapat lebih luas variasinya karena menyangkut berbagai daerah, bahakan sampai ke luar negeri.

Kelemahan sistem branch banking

  • Bagi kredit yang berjumlah besar memakan waktu cukup lama karena harus melalui jenjang status, misalnya ke cabang di atasnya dan kantor wilayah.
  • Sering tidak meratanya keterampilan manajerial dan teknis di cabang - cabang .

c. Group and chain banking system

Beberapa bank menggabungkan diri   dalam pola manajemen terutama soal dana dan kredit yang dipimpin oleh salah satu bank terbesar dalam  dalam kelompok atau   perorangan yang merupakan   pemegang saham

d. Mixed system

Sistem ini paling susah dipantau karena pada bagian kegiatan tertentumenggunakan unit   sistem dan pada bagian lain menjalankan   branch  system.

  1. Sound banking business

Performance atau penampilan hasil usaha diukur dari 5 indikator yang disebut CAMEL, yaitu :

  • Capital adequacy (permodalan)

Adalah berkaitan dengan penyediaan modal sendiri yang diperlukan untuk menutup resiko kerugian yang mungkin timbul dari penanaman dana aktiva – aktiva produktif yang mengandund resiko serta untuk membiayai penanaman dalam benda tetap dan inventaris.

  • Assets quality (kualitas aktiva produktif)

Sering juga disebut earning assets yaitu semua aktiva (baik rupiah maupun valuta asing yang dimiliki bank) dengan maksud untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya.

Merupakan inti dari pengukuran masyarakat apakah sebuah bank terlah dikelola berdasarakan asas – asas perbankan yang sehat atau dikelola secara tidak sehat.

  • Earning ability (rentabilitas)

Adalah kemampuan bank menghasilkan keuntungan yang wajar sesuai dengan line of business.

  • Liquidity sufficiency (likuiditas)

Adalah kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban – kewajiban yang segera ditagih (berjangka sangat pendek).

Diharapkan setelah membaca artikel ini pengunjung jadi lebih memahami mengenai manajemen bank