Kondisi dan Strategi Bank Syariah Mandiri tahun 2015

No comment 586 views

PT BANK SYARIAH MANDIRI

PROFIL PERUSAHAAN

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) didirikan pada tanggal 25 Oktober 1999 dan mulai beroperasi pada tanggal 1 November 1999. Bidang usaha BSM adalah bank yang melakukan kegiatan operasionalnya dengan prinsip syariah. Pemegang sahamnya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 99,99% dan PT Mandiri Sekuritas sebesar 0,01%.

Alamat Perusahaan

Kantor Pusat

Wisma Mandiri I,

Jl. MH. Thamrin No. 5 Jakarta 10340

Telp : (62-21) 2300 509, 3983 9000 (Hunting)

Fax : (62-21) 3983 2989

Website : www.syariahmandiri.co.id

PRODUK PERUSAHAAN

PT Bank Syariah Mandiri menawarkan produk-produk inovatif bagi nasabahnya yang diklasi kasikan dalam empat kelompok yaitu produk pendanaan, pembiayaan, produk jasa, dan layanan. Produk pendanaan terdiri dari pendanaan dana pihak ketiga, dana konsumer, dan

dana murah. Sedangkan, produk pembiayaan meliputi pembiayaan per skim, pembiayaan per sektor ekonomi, dan pembiayaan per segmen. Produk jasa mencakup jasa produk, jasa operasional, dan jasa investasi. Produk layanan meliputi syariah mandiri priority.

Susunan Dewan Komisaris Dan Direksi Tahun 2014

Komisaris
Komisaris Utama : Ventje Rahardjo
Komisaris Independen : Zulki i Djaelani
Komisaris : Agus Fuad
Komisaris Independen : Bambang Widianto
Komisaris Independen : Ramzi A. Zuhdi

Direksi
Direktur Utama : Agus Sudiarto
Direktur : Achmad Syamsudin
Direktur : Agus Dwi Handaya
Direktur : Putu Rahwidhiyasa
Direktur : Fahmi Ridho

Kondisi dan Strategi Bank Syariah Mandiri tahun 2015

Kinerja Perusahaan 2014

Sejak hadir pada 1 November 1999, BSM mengalami pertumbuhan sangat pesat. Aset BSM tercatat naik rata-rata 39,92% per tahun (Compounded Annual Growth Rate/CAGR tahun 2000 sampai dengan Desember 2014), dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 51,58% per tahun, dan Pembiayaan meningkat rata-rata 43,41% per tahun.

Pertumbuhan yang tinggi mengantarkan BSM menjadi bank syariah terbesar di Indonesia sejak tahun 2003. BSM mampu mempertahankan posisi sebagai bank syariah terbesar meski jumlah bank syariah di Indonesia terus bertambah di mana sampai dengan tahun 2014 terdapat 12 bank umum syariah dan 22 unit usaha syariah. BSM memimpin pangsa pasar industri perbankan syariah di Tanah Air. Per November 2014 market share untuk Aset sekitar 25,20%, Dana Pihak Ketiga (DPK) 27,81%, dan Pembiayaan 24.71% Dari sisi aset perbankan nasional, peringkat BSM terus naik dan pada November 2014, BSM berada di posisi ke-18. Kinerja BSM yang sangat baik selama bertahun-tahun

memperoleh pengakuan dari lembaga eksternal baik di dalam maupun luar negeri. Lembaga pemeringkat Pefindo mempertahankan rating BSM pada tahun 2014 dengan AA+ (idn) dengan Outlook stabil AA+ (idn) dengan Outlook Stabil.

Kondisi dan Strategi Bank Syariah Mandiri tahun 2015

Kondisi dan Strategi Bank Syariah Mandiri tahun 2015

BSM menghadapi tantangan yang semakin tinggi pada tahun 2014. Kondisi makro ekonomi Indonesia yang kurang kondusif berdampak pada bisnis nasabah pembiayaan sehingga kondisi keuangan menurun. Hal itu mempengaruhi kualitas aktiva produktif BSM. Pada

Desember 2014 rasio NPF Netto menjadi 4,29%, naik dari posisi Desember 2013 sebesar 2,29%. Penurunan kualitas aktiva produktif tersebut mendorong Perseroan menambah pencadangan penghapusan aktiva, sehingga laba pada tahun 2014 mengalami tekanan. Selain biaya

pencadangan, laba BSM terpengaruh pembiayaan yang tumbuh negatif sekitar 2,63% dan penurunan fee based income (FBI). Penurunan tersebut akibat masih adanya efek pemberlakuan Peraturan Pemerintah mengenai pembiayaan haji. Pada sisi lain, pertumbuhan BSM yang

sangat pesat pada tahun-tahun sebelumnya belum didukung infrastruktur Teknologi Informasi yang optimal sehingga mempengaruhi produktivitas cabang. Di tengah situasi yang kurang kondusif tersebut, BSM mencatatkan kinerja baik terutama dari aspek likuiditas. BSM mampu menjaganya pada level aman dengan indikator Financing to Deposit Ratio (FDR) per Desember 2014 terjaga sekitar 82,13%.

Untuk mengatasi tantangan yang semakin tinggi tersebut, Bank Mandiri selaku pemegang saham melakukan penyegaran dengan pergantian manajemen pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BSM tanggal 7 Mei 2014. Jajaran Direksi dan Komisaris BSM yang baru langsung

bekerja dengan menetapkan strategi konsolidasi. Dengan strategi konsolidasi ini, BSM fokus pada perbaikan kualitas aktiva produktif dan proses bisnis, serta penguatan infrastruktur. Selaku induk perusahaan, Bank Mandiri sangat mendukung langkah konsolidasi dan transformasi yang dijalankan manajemen baru BSM. Agar bisnis perusahaan tumbuh lebih cepat, manajemen BSM melakukan sinergi untuk peningkatan kapasitas bisnis, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan kompetensi SDM dengan induk perusahaan dan grup.

Dukungan induk Perusahaan beserta stakeholders, kepercayaan masyarakat yang ditandai market share yang tinggi, brand, serta pertumbuhan dana masyarakat menjadi modal manajemen untuk optimistis bisa membawa kinerja BSM lebih baik pada tahun 2015 untuk mewujudkan visinya menjadikan BSM sebagai bank syariah retail modern di Indonesia.

Laporan Keuangan Bank Syariah Mandiri tahun 2015

Laporan Keuangan Bank Syariah Mandiri tahun 2015

Penghargaan

Kinerja unggul BSM telah menghantarkannya untuk memperoleh sejumlah penghargaan. Sepanjang tahun 2014 PT Bank Syariah Mandiri mendapatkan 15 penghargaan dari pihak eksternal diantaranya adalah:

  1. Most Trusted Company based On Corporate Governance Perception Index (CGPI) dalam Good Corporate Governance Award 2014 dari Majalah SWA dan The Indonesian Institute for Corporate Governance
  2. Menjuarai Islamic Finance award berturut-turut dalam Chair Of League dari Karim Business Consulting
  3. The Best in Achieving Total Customer Satisfaction dalam Indonesian Cistomer Satisfaction Award 2014 dari Majalah SWA dan Frontier
  4. The Best Islamic Bank in Indonesia dalam Asiamoney Islamic Bank Award 2014 dari Asiamoney
  5. The Best of Indonesian Bank Loyalty Champion 2014 Category: Saving Account, Islamic Banking dalam Indonesian Bank Loyalty Award 2014 dari Infobank bekerja sama dengan Markplus Insight.

Strategi dan Rencana Kerja Tahun 2015

Tahun 2015 masih menjadi tahun yang penuh tantangan karena selain kondisi makro ekonomi masih dibayangi oleh faktor eksternal di antaranya rencana The Fed menaikkan suku bunga yang akan berdampak pada sistem moneter nasional, perbankan syariah masih menyelesaikan proses konsolidasi internal.

Namun, BSM optimis industri perbankan syariah memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik hingga sepuluh tahun ke depan, karena Indonesia merupakan kiblat baru industri keuangan syariah di dunia. Apalagi regulator baik Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan telah mengumumkan bahwa tahun 2015 akan menjadi Tahun Keuangan Syariah.

Untuk menghadapi tantangan serta menangkap prospek bisnis di tahun 2015 BSM telah menetapkan strategi utama yaitu:

  1. Human Capital Development & Culture
  2. Reshaping Business Focus (Penajaman Bisnis Fokus)
  3. Strengthening Distribution Network (Penguatan Jaringan Distribusi)
  4. Integrasi Mandiri Group
  5. Improving Business Enablers (Peningkatan Fungsi Pendukung Bisnis)

Adapun fokus BSM tahun 2015 adalah memperkuat proses bisnis dan infrastruktur (dari front end hingga back end) khususnya di segmen retail, untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan penyelesaian pembiayaan bermasalah (collection). Sedangkan pertumbuhan bisnis di segmen komersial dan korporasi difokuskan pada penguatan bisnis value chain dan aliansi dengan Bank Mandiri. Sementara itu untuk pengembangan bisnis penghimpunan dana, akan difokuskan pada dana murah (giro dan tabungan) sehingga dapat menjaga tingkat likuiditas yang aman untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan tersebut dengan lebih efisien.

Selain penetapan fokus dan pembenahan internal, untuk menghadapi iklim persaingan yang semakin ketat BSM lebih memperkuat sinergi dan aliansi dengan Bank Mandiri sebagai perusahaan induk, maupun dengan perusahaan anak Bank Mandiri lainnya, terutama melalui optimalisasi customer base Mandiri Group.

Dengan pembenahan dan penajaman strategi bisnis internal, serta dukungan penuh dari Bank Mandiri sebagai pemegang saham mayoritas, pemerintah, regulator, alim ulama, masyarakat, nasabah, dan mitra usaha, BSM optimis dapat mewujudkan aspirasinya menjadi Bank Syariah Retail Terdepan yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia