Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kurs Transaksi Valuta Asing

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang Pasar Uang baik dari pengertian, karakteristik, mekanisme transaksi, risiko transaksi pasar uang dan juga membahas mengenai transaksi pasar valuta asing (anda dapat membaca artikel tersebut disini Transaksi Pasar Uang ). Pada artikel kali ini kita akan lebih membahas faktor-faktor yang mempengaruhi Kurs Transaksi Valuta Asing yang dapat kami rangkum menjadi beberapa faktor dibawah ini.

faktor yang mempengaruhi kurs transaksi valuta asing valas forex

faktor yang mempengaruhi kurs transaksi valuta asing valas forex

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kurs Transaksi Valuta Asing

  1. Jumlah aliran valuta asing yang besar dan cepat untuk memenuhi tuntutan perdagangan, investasi dan spekulasi dari suatu tempat yang surplus ke tempat yang defisit dapat terjadi karena adanya beberapa faktor atau kondisi yang berbeda sehingga berpengaruh dan menimbulkan perbedaan kurs valas atau forex rate masing-masing tempat.
  2. Posisi Balance of Payment (BOP). Balance of Payment atau neraca pembayaran internasional adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang semua transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan, keuangan, dan moneter antar penduduk suatu negara dan penduduk luar negeri untuk suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Dari catatan transaksi ekonomi internasional yang terdiri atas ekspor dan impor barang, jasa, dan modal pada suatu periode tertentu akan menghasilkan suatu posisi saldo positif (surplus) atau negatif (defisit) atau ekuilibrum.
  3. Tingkat Inflasi. Agar lebih bisa dimengerti kami akan menjelaskan hal ini dengan sebuah ilustrasi. Contoh pada keadaan semula kurs valas atau forex JPY/USD adalah sebesar JPY 100 per USD. Diasumsikan inflasi di USA meningkat cukup tinggi (misalnya mencapai 5 %), sedangkan inflasi di Jepang relatif stabil (hanya  1%) dan barang-barang yang dijual di Jepang dan USA relatif sama dan dapat saling mengstubtitusi. Dalam keadaan demikian tentu harga barang-barang di USA akan lebih mahal sehingga impor USA dari Jepang akan meningkat. Import USA yang meningkat ini akan mengakibatkan permintaan terhadap JPY meningkat pula. Dilain pihak kenaikan harga barang di USA akan mengurangi impor Jepang dari USA sehingga permintaan akan USD justru menurun. Perkembangan tingkat inflasi tersebut akan mempengaruhi permintaan dan penawaran valas atau forex, baik JPY maupun USD sehingga kurs valas atau forex rate JPY/USD bergeser dari JPY 100/USD menjadi JPY 105 / USD kemudian menjadi JPY 110 /USD
  4. Suku Bunga, tidak jauh berbeda dengan pengaruh tingkat inflasi, maka perkembangan atau perubahan tingkat bunga pun dapat berpengaruh terhadap kurs valas atau forex rate. Sebagai contoh dengan adanya invasi USA ke Irak, maka pemerintah USA memerlukan dana yang cukup besar untuk membiayai operasinya. Karena permintaan dana yang besar pemerintah USA menaikan tingkat suku bunganya untuk menarik modal luar negeri ke USA, terutama Jepang. Banyaknya valas dalam bentuk JPY yang akan masuk ke USA akan menyebabkan peningkatan permintaan USD dan penawaran JPY sehingga kurs valas atau forex rate JPY/USD berubah dari JPY 105/USD menjadi JPY 110/USD
  5. Besarnya GDP (Gross Domestic Product/Produk domestik bruto). Faktor kelima yang dapat mempengaruhi kurs valas atau forex rate adalah pertumbuhan GDP/tingkat pendapatan di suatu negara. Seandainya kenaikan pendapatan masyarakat di Indonesia tinggi sedangkan kenaikan jumlah barang yang tersedia relatif kecil tentu impor barang akan meningkat. Peningkatan impor barang ini akan membawa efek kepada peningkatan demand valas yang pada gilirannya akan mempengaruhi kurs valas atau forex rate dari Rp 8.500/USd menjadi Rp 8.600/USD.
  6. Kebijakan/Kontrol Pemerintah. Faktor pengawasan pemerintah yang biasanya dijalankan dalam berbagai bentuk kebijakan moneter, fiskal dan perdagangan luar negeri untuk tujuan tertentu pengaruh terhadap kurs valas atau forex rate umpamanya: pengawasan lalu lintas devisa, peningkatan trade barrier, pengetatan uang yang beredar, peningkatan tingkat suku bunga dan lain sebagainya. Kebijaksanaan pemerintah tersebut pada umumnya akan berpengaruh terhadap penawaran dan permintaan valas atau forex yang pada gilirannya akan berpengaruh pula terhadap kurs valuta asing atau forex.
  7. Perkiraan , Spekulasi dan Rumor. Bilamana adanya perkiraan/harapan bahwa tingkat inflasi atau defisit USA akan menurun atau sebaliknya juga akan dapat mempengaruhi kurs valas atau forex rate USD. Adanya spekulasi atau rumor devaluasi Rupiah karena defisit current account yang besar juga berpengaruh terhadap kurs valas atau forex rate dimana valas secara umum mengalami apresiasi. Pada dasarnya, ekspektasi dan spekulasi yang timbul di masyarakat tersebut akan mempengaruhi permintaan dan penawaran valas yang akhirnya akan mempengaruhi valas atau forex rate. Demikian pula bila halnya dengan rumor, seperti sakitnya presiden atau menteri keuangan dapat mempengaruhi sentimen dan ekspektasi masyarakat sehingga mempengaruhi permintaan dan penawaran valas yang akan berakibat pada fluktuasi kurs valuta asing. Salah satu contoh yang pernah terjadi adalah naiknya kurs USD, hingga mencapai Rp 6.000/USd, karena adanya isu/rumor sekitar kesehatan presiden pada builan November/Desember 1997.

Setelah mempelajari faktor-faktor utama yang mempengaruhi kurs valuta asing, dibawah ini kami akan menjelaskan tentang macam-macam bursa transaksi valuta asing yang biasa terjadi di Indonesia.

Macam-macam Pasar Transaksi Valuta Asing :

  1. Spot Market merupakan transaksi valuta asing denganpenyerahan atau delivery saat itu juga (secara teoritis, mekipun kenyataanya dalam prakteknya transaksi spot diselesaikan dalam waktu dua atau tiga hari) untuk pembayarannya.
  2. Forward Market merupakan transaksi dengan menyerahkan pada beberapa waktu mendatang sejumlah mata uang tertentu dengan mata uang yang lain. Kurs dalam transaksi forward ditentukan dimuka sedangkan penyerahan dan pembayaran dilakukan beberapa waktu mendatang. Forward contract bertujuan untuk menghilangkan risiko kerugian akibat perubahan nilai tukar atau exchane rates karena kedua belah pihak sepakat untuk mematok harga mata uang tertentu pada tingkiat kurs tertentu. Dengan demikian, berarti pihak perusahaan tidak lagi secara langsung menghadapi risiko fluktuasi nilai tukar tersebut, karena resiko tersebut telah dialihkan kepada penjual forward contract tersebut.
  3. Swap merupakan transaksi pembelian dan penjualan sejumlah mata uang tertentu secara simultan pada dua tanggal (value date) tertentu. Kedua transaksi tersebut dilakukan dengan bank lain yang sama. Pembelian dan penjualan itu dilakukan dengan pihak yang sama. Dengan kata lain currency swap market adalah pembelian dan penjualan simultan suatu jumlah tertentu valuta asing untuk dua value date yang berlainan. Pembelian dan penjualan itu dilakukan dengan pihak yang sama.
  4. Derivative (baik itu currency forward market, future market ataupun option market) biasanya digunakan untuk dua tujuan yaitu untuk tujuan spekulasi (mencari keutungan) dan untuk tujuan hedging (lindung nilai).

Artikel ini diposting pada kategori dunia investasi , diharapkan pengunjung semakin paham tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kurs transaksi valuta asing